Sabtu, 13 November 2010

KISAH SI TIANG

Aku berdiri tegak menantang angkasa
Aku berdiri tegak melawan pancaran surya
Tak peduli akan matahari
Tak peuli akan hujan dan badai
            Tibalah hari itu
            Teman setiaku datang menemaniku
            Sang saka yang selalu dihormati
Sang saka yang selalu gagah
Ketika hari itu berakhir
Kensunyian kembali menyergap
Aku kembali sendiri
Ditemani hembusan angin yang membelai
            Aku tertawa kecil
            Teringat akan perjalananku
Bercak coklat ditubuhku
Menunjukkan betapa lama aku berjalan

Bibirku tersungging
Akan bayangan masa depanku
Akhir dari hidupku
            Teronggok tak berguna
            Bersama para  rongsokan
            Tak sanggup menjunjung sang saka

Tidak ada komentar:

Posting Komentar